Dalam trading forex, tidak selamanya transaksi yang
Anda buat berbuah profit yang manis. Ada kalanya kerugian datang
menghampiri Anda. Banyak penyebab terjadinya kerugian, karena memang
tidak ada sistem atau strategi forex yang sempurna.
Namun kadangkala kerugian yang terjadi menjadi terlalu besar. Nah,
dalam kasus seperti itu, biasanya ada faktor “human error” di situ. Anda
mungkin melupakan beberapa hal yang penting yang berkaitan dengan
manajemen modal dan manajemen resiko, misalnya stop loss.
Ujung-ujungnya resiko menjadi tak terkendali dan kerugian yang Anda
alami menjadi terlalu besar. Anda tentu tidak mau ini terjadi kan?
Nah, untuk menghindari hal seperti itu dalam aktivitas trading forex Anda, berikut ini ada lima cara untuk mengurangi resiko loss yang terlalu besar.
PERTAMA: Check & Re-check
Melakukan transaksi sangatlah mudah. Anda tinggal menekan tombol di mouse Anda dan… klik! Transaksi pun terjadi. Sekali transaksi tersebut dilakukan, tidak akan bisa Anda batalkan (kecuali untuk “pending order”).
Tetapi ingat! Sebagaimana yang disampaikan di awal tulisan ini, Anda
tentu sudah paham bahwa bisa jadi pasar bergerak melawan keinginan Anda.
Oleh sebab itulah Anda selalu harus membatasi resiko dalam setiap
transaksi yang Anda lakukan dengan cara menempatkan stop loss dengan
benar. Jangan pernah lupa mengecek apakah Anda telah memasang stop loss
tiap kali Anda melakukan transaksi. Dalam setiap webinar, tim
Rebate4trader.com tak pernah bosan mengingatkan hal tersebut.
Membatasi resiko tidak hanya terbatas pada menempatkan level stop
loss saja, namun juga erat kaitannya dengan membatasi volume transaksi
yang Anda buat, dalam hal ini adalah jumlah lot. Besaran lot dan level
stop loss tergantung pada seberapa besar modal Anda dan seberapa besar
resiko yang siap Anda tanggung.
Contohnya begini: katakanlah Anda memiliki uang sebesar USD 100,000 (seratus ribu) dalam akun trading forex
Anda. Dari USD 100,000 tersebut, tetapkan berapa besar resiko yang siap
Anda tanggung untuk tiap transaksi, misalnya 10%. Itu artinya resiko
kerugian maksimal yang Anda hadapi hanya sebesar USD 1,000 (seribu) tiap
kali Anda melakukan transaksi.
Lalu lakukanlah analisa teknikal untuk bisa menemukan level-level support atau resistance. Level-level support atau resistance tersebut bisa Anda jadikan sebagai patokan stop loss. Jika Anda mengambil posisi buy, maka patokan stop loss-nya adalah area support, sebaliknya jika posisi Anda sell maka patokan stop loss-nya adalah area resistance.
Dalam melakukan analisa pun Anda harus melakukan check & re-check juga. Pastikan sinyal yang muncul telah benar-benar sesuai dengan aturan strategi trading Anda.
Kembali ke pembatasan resiko. Misalkan Anda melihat bahwa level stop loss saat
itu berada dalam jarak 500 pips (asumsi harga menggunakan 5 desimal)
dari level entry, yang artinya sebesar USD 500. Jika batasan resiko Anda
adalah USD 1,000 maka itu artinya Anda hanya boleh melakukan transaksi
maksimal sebesar 2 (dua) lot, tak lebih. Periksa lagi, apakah Anda
benar-benar memasukkan angka 2 (dua), atau 20 (dua puluh)? Di tahun
2010, ada seorang trader futures di bursa New York yang salah memasukkan
besaran transaksinya. Niatnya mau bertransaksi sebesar USD 16 MILLION (juta) saja, namun ia justru memasukkan USD 16 BILLION (milyar)! Seribu kali lipatnya!
Anda juga perlu memeriksa kembali apakah Anda melakukan transaksi di currency pair yang benar? Pernah terjadi pada rekan saya: ia bermaksud membuka posisi pada pair USD/CHF, namun ternyata ia mengeksekusi transaksi tersebut di pair AUD/USD. Konyol kan?
Nah, dengan demikian setidaknya ada empat hal yang perlu Anda periksa
dan periksa lagi: menempatkan stop loss, besaran lot, aturan strategi
trading-nya, dan currency pair-nya.
KE DUA: Selalu Setia Pada Trading Plan
Strategi forex secanggih apa pun tak akan berhasil
jika Anda tak mematuhi aturan-aturan yang ada di dalamnya. Sebaliknya
seringkali trader yang menggunakan strategi forex sederhana bisa secara konsisten meraih keuntungan karena ia konsisten pada trading plan-nya.
Trading plan dalam trading forex mencakup
setidaknya tiga hal: money management (kaitannya dengan penggunaan modal
per transaksi), risk management (pembatasan resiko) dan strategi
trading. Di poin pertama telah disinggung mengenai hal-hal tersebut.
Jika Anda sudah menyusun dan menetapkan trading plan, maka
jalankanlah dengan sungguh-sungguh. Jika sistem trading Anda belum
memperbolehkan untuk membuka posisi, jangan memaksakan harus membuka
posisi. Jangan pula memperbesar batasan resiko Anda, dan sialnya inilah
“penyakit” yang hingga kini masih menjangkiti mayoritas trader.
KE TIGA: Ambil Waktu Rehat
Terkadang ada waktunya Anda tak bisa mengikuti pergerakan pasar dan
kerugian beruntun pun terjadi. Pada saat seperti itu seringkali Anda
menjadi sangat emosional dan kondisi psikologi seperti itu bisa berujung
pada setidaknya dua hal: Anda menjadi takut untuk melakukan transaksi
lagi, atau Anda justru menjadi semakin kalap dan melakukan transaksi
yang tidak sejalan dengan trading plan Anda.
Jika suatu saat Anda merasakan setidaknya satu dari dua perasaan di
atas, saya sarankan untuk berhenti dahulu untuk beberapa waktu.
Menepilah sebentar dari hiruk-pikuk trading forex dan
pergunakan waktu tersebut untuk mengevaluasi hasil trading Anda. Ada
kalanya Anda harus merevisi strategi forex Anda, atau setidaknya
menemukan bahwa pasar memang sedang tidak sesuai bagi Anda untuk
menerapkan strategi tersebut.
Jika kondisi mental Anda sudah pulih, yaitu ketika tak lagi ada perasaan takut atau “dendam” karena telah loss, barulah Anda boleh kembali terjun ke pasar.
KE EMPAT: Cairkan Keuntungan Anda
Apa tujuan Anda trading? Tentu untuk memperoleh uang kan? Maka petiklah buah kerja keras Anda itu. Tariklah keuntungan dari akun trading Anda secara berkala, misalnya sebulan sekali.
Tariklah keuntungan tersebut jika balance Anda telah
bertambah dari USD 10,000 menjadi USD 10,100; meskipun seandainya target
bulanan Anda adalah USD 1,000. Ada kalanya target Anda tidak tercapai.
Tidak apa-apa. Nikmati saja dulu hasil jerih payah Anda tersebut.
Belilah barang-barang yang telah lama Anda incar, atau pergunakan untuk
mentraktir teman-teman Anda makan dan katakanlah dengan bangga, “Ini
hasil trading gue!” 
Jika keuntungan itu tidak Anda ambil, dikhawatirkan Anda akan terlena
ketika suatu saat transaksi Anda terseret oleh pasar. Ada kemungkinan
Anda akan berpikir, “Ah, profit yang kemarin masih ada. HAJAR LAGI.” Ini
berbahaya!
The Bottomline
Cukup banyak trader yang heran, mengapa keuntungan yang telah ia
peroleh bisa raib dengan cepat. Selain faktor pasar, ternyata mereka
seringkali mengabaikan empat poin yang telah dipaparkan dalam artikel
ini.
Mudah-mudahan, artikel ini bisa membantu Anda.
Selamat trading. 